visiting professor program

Semingu ini aku menjadi PIC seorang profesor yang datang dari universitas applied science FHNW Switzerland. Profesor datang pada Minggu 22 September lalu, dan mulai aktif berkegiatan di kampus kami hari Senin 23 September. Profesor datang ke kampus dalam rangka program visiting profesor di kampus kami. Ada beberapa agenda yang telah kami susun dan harus terlaksana dalam dua minggu ini. Aku tak akan membahas rinci kegiatan yang kami lakukan, aku hanya mau berbagi tentang pengalamanku selama menjadi PIC. Aku bertugas tidak sendirian, di temani mbak Stacia, ia juga dosen di jurusanku.
Sekitar bulan Agustus lalu aku sudah dengar bahwa akan ada visiting profesor di jurusanku, excited campur deg-degan, tapi ga nyangka kalo harus jadi PIC. Ketika mendekati hari H kami dapatkan CV profesor yang ternyata expertise dibidang finance, sama denganku. Kemudian H-1 tepatnya malam hari sebelum profesor harus datang ke jurusanku, baru dapat kabar aku juga harus ikut bertugas menjadi PIC. Seneng sekaligus takut. Hari pertama berjalan lancar, mulai pengenalan kampus kemudian diskusi schedule selama dua minggu mendatang.
Selama satu minggu ini alhamdulillah schedule berjalan dengan baik. Hari-hari diisi dengan mengajar dan berdiskusi. Profesor mengikuti jadwal mengajarku karena kami sama-sama dibidang finance. Minggu pertama difokuskan pada kegiatan-kegiatan mahasiswa, karena pada minggu kedua mahasiswa sudah harus melaksanakan mid-term.
Selama seminggu ini, banyak pelajaran yang kudapat dari profesor, bukan hanya tentang perkuliahan, namun juga atittude. Beliau menunjukan bagaimana itu rendah hati, tidak pernah mengeluh, dan selalu melihat masalah dari perspektif yang positif. Profesor mengajar dengan sangat jelas, ekspresif dan bersemangat. Ini foto ketika usai mengajar di kelas Costing:

costing class

Selain disibukan dengan perkuliahan, profesor, mbak stacia  dan aku juga berdiskusi ringan, bahkan profesor juga suka bercanda. Tidak kuduga, profesor suka dengan hal-hal yang ada di daerah tropis. Suka dengan cuaca panas, suka makan durian, dan suka dengan rasa pedas. Hampir setiap hari kami makan siang bersama, sekarang profesor sudah mengenal kata manis terutama es teh manis :D. Profesor juga sudah tau jenis-jenis mi yang berbeda, ada bihun, mi kuning, dan kwetiau.  Beliau senang sekali ketika melihat pada menu bakso ada dua jenis mi di dalamnya, "bihun and mi" katanya sambil menunjuk gambar semangkok bakso. Ini foto ketika kami makan bersama:

lunch

Profesor adalah orang yang rendah hati, tidak pernah sedikitpun meremehkan mba stacia dan aku walaupun kami jauh berada dibawah dari posisinya. Pernah suatu ketika profesor meminta untuk mencoba jalan kaki dari kampus menuju ke hotel beliau. Kami bertiga melakukan challenge, menebak berapa menit kalo jalan kaki dari kampus menuju hotel. Profesor menduga kami akan sampai pada 30 menit, mba stacia 15 menit, dan aku 10 menit. Pemenangnya adalah mba stacia, kami tiba di hotel sekitar 16 menit. Sepanjang perjalanan kami buat video blog dan profesor bersedia ikut, hehe. Humble man. Suatu hari di hari yang lain, saat kami pulang bersama menuju ke hotel, masih di dalam mobil, di perjalanan profesor memberikan coklat untuk mba stacia dan aku. Kebayang kan gimana senengnya kami dapet coklat asli dari Swiss. Ini foto ketika kami dapet coklatnya:

 got some chocolate

Okey sekian dulu ceritaku, besok dan satu minggu kedepan masih ada agenda-agenda selanjutnya. See you..











Komentar